Wednesday, October 31, 2012

7 Kelompok Bahan Pokok Makanan dan Nilai Gizi

Tujuh kelompok bahan pokok makanan berdasarkan pola makan orang Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Kelompok bahan makanan asal susu sebagai sumber makanan yang lengkap kerana mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, terutama kalsium dan fosfor, serta mengandung vitamin A, B1, dan B2. Contoh produk susu adalah susu, keju, dan yogurt.
  • Kelompok daging sebagi sumber protein hewani, misalnya ikan, unggas, telur, dan daging ternak.
  • Kelompok beras sebagai sumber karbohidrat dan vitamin B. Misalnya padi, jagung, sagu, gandum, tepung tapioka, tepung maizena dari jagung.
  • Kelompok minyak sebagai sumber zat lemak dan vitamin A. Misalnya margarin yang terbuat dari minyak tumbuhan seperti kelapa, kelapa sawit, minyak kedelai, minyak biji kapas, biji bunga matahari, kacang tanah, dan mentega yang terbuat dari lemak susu.
  • Kelompok sayur-sayuran hijau dan kuning sebgai sumber vitamin A, kalsium, zat besi, serta vitamin dan minerla lainnya.
  • Kelompok buah-buahan berwarna dan berair sebagai sumber vitamin A dan mineral.
  • Kelompok kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati, sumber vitamin A, dan mineral. Misalnya taoge, tahu, tempe, tauco, kecap, dan susu kedelai.

Sedangkan penggolongan pangan menurut FAO (Food Agricultural Organization) ada sembilan macam yaitu padi-padian, umbi-umbian, sayur dan buah-buahan, bumbu (rempah-rempah), gula, pangan hewani, minyak dan lemak, buah atau biji berminyak, dan kacang-kacangan.

Penyususnan menu tiap hari bergantian dari tujuh atau sembilan kelompok bahan pokok makanan, diharapkan dapat mempengaruhi dan memperbaiki nilai gizi makanan rakyat Indonesia. Nilai gizi suatu makanan ditentukan berdasarkan kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan serat nabati. Makanan juga harus mudah dicerna, mudah diolah, dan mudah diperoleh. Kriteria makanan bermutu antara lain sebagai berikut :

  • Bergizi tinggi
  • Higienis
  • Mudah dicerna
  • Cukup kalori
  • Berasal dari berbagai jenis bahan makanan
  • warna, rasa, dan baunya membangkitkan selera makan

Status gizi seseorang dapat diketahui menggunakan rumus Broca atau menghitung IMT (Index Massa Tubuh).

  • Rumus Broca yakni dengan menghitung Berat badan normal, caranya dengan Tinggi badan – 100. Dan untuk menghitung berat badan ideal yakni dengan Tinggi badan – 100 – 10%berat badan normal.
  • Rumus IMT = Berat badan / (tinggi badan)2. Dengan ketentuan berat badan dalam kilogram dan tinggi badan dalam meter. Jika IMT 16-18,4 berarti gizi kurang, 18,5-<25 berarti gizi baik, 25-30 berarti gizi lebih, >30 – >40 berarti obesitas.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment